Ambon.malukubarunews.com – Seorang nelayan dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pesisir Laut Tapinalu, Dusun Tapinalu, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Rabu (4/2/2026). Laporan orang hilang tersebut diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat pada hari yang sama.
Korban diketahui bernama La Apli (60), seorang nelayan yang berdomisili di Dusun Tapinalu, Desa Luhu. Berdasarkan data BPBD, korban meninggalkan rumah sekitar pukul 03.00 WIT untuk melaut seperti rutinitas sehari-hari, namun hingga laporan dibuat korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Kekhawatiran keluarga dan warga setempat mendorong dilakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian. Dalam upaya tersebut, masyarakat hanya menemukan perahu milik korban yang terapung di laut tanpa keberadaan korban di dalamnya.
Pusdalops PB BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat menyatakan bahwa laporan awal diterima dari tokoh masyarakat setempat yang kemudian ditindaklanjuti melalui mekanisme kedaruratan. Koordinasi lintas instansi langsung dilakukan untuk mempercepat penanganan kejadian tersebut.
“BPBD telah melakukan koordinasi dengan pihak tokoh masyarakat yang melaporkan kejadian ini serta meneruskan laporan resmi kepada Command Center Basarnas di Ambon,” ungkap Manager Pusdalops PB BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat, Manda M. Kamelane.
Hingga Rabu siang, pencarian masih dilakukan secara terbatas oleh keluarga dan masyarakat sekitar dengan peralatan seadanya, sembari menunggu tindak lanjut dari unsur SAR resmi. Kondisi cuaca dan medan laut setempat menjadi perhatian dalam perencanaan operasi pencarian selanjutnya.
BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan Basarnas Maluku guna memastikan upaya pencarian berjalan efektif dan sesuai prosedur keselamatan.
“Kami memastikan seluruh laporan telah diteruskan ke Basarnas Maluku dan instansi terkait agar penanganan dilakukan secara terpadu,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat, Nasir Suruali.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko aktivitas melaut bagi nelayan tradisional di wilayah pesisir Maluku, terutama pada jam-jam dini hari. BPBD mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan setiap kejadian darurat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat menyatakan akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik seiring berjalannya proses pencarian dan koordinasi dengan Basarnas Ambon serta pihak terkait lainnya.(MB-01)

