Ambon.malukubarunews com – Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta temui langsung ke salah satu pedagang kecil di kawasan Kebun Cengkeh, Kota Ambon, Senin (19/1/2026). Temua. ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk melihat secara dekat kondisi riil pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di perkotaan.
Pedagang yang ditemui adalah Ibu Dede Tuarea, seorang pelaku usaha kecil yang sehari-hari menjual aneka kue buatan sendiri di tepi jalan. Dengan menggunakan lapak sederhana, Ibu Dede tetap bertahan menjalankan usahanya demi memenuhi kebutuhan hidup bersama tiga orang anaknya.
Ibu Dede menuturkan, seluruh kue yang dijualnya diproduksi sendiri sejak pagi hari sebelum memulai aktivitas berjualan. Ia mulai membuka lapak sekitar pukul 09.00 WIT dan menutup dagangan menjelang waktu Magrib, sekitar pukul 18.00 WIT.
“Beta mulai bikin kue dari pagi, lalu jam sembilan buka jualan. Biasanya tutup sebelum Magrib. Sehari kadang dapat sekitar tiga ratus ribu rupiah,” pelaku usaha kecil, Dede Tuarea kepada Wakil Walikota Ambon Elly Toisutta
Menurutnya, penghasilan tersebut sebagian disisihkan kembali sebagai modal usaha, sementara sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari bersama anak-anaknya. Meski berjualan di pinggir jalan dengan keterbatasan sarana, ia tetap berusaha menjaga kualitas dagangan yang dijual kepada pembeli.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Ambon Elly Toisutta menyampaikan apresiasi atas keteguhan dan kerja keras yang ditunjukkan oleh Ibu Dede. Ia menilai, kisah pelaku usaha kecil seperti ini mencerminkan semangat pantang menyerah masyarakat Kota Ambon dalam menghadapi tekanan ekonomi.
“Kita datang bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk mendengar dan merasakan langsung perjuangan pelaku usaha kecil yang berjuang demi keluarga,” ucap Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta.
Elly Toisutta juga menyebutkan bahwa pemerintah kota berkomitmen memberikan perhatian nyata, khususnya bagi pedagang kecil yang berjualan di ruang terbuka dan rentan terhadap persoalan kesehatan maupun keamanan pangan.
Sebagai bentuk kepedulian, Wakil Wali Kota Ambon membeli seluruh dagangan Ibu Dede pada hari itu dan menyerahkan bantuan berupa satu unit etalase dagang.
Etalase tersebut diharapkan dapat melindungi makanan dari paparan debu dan bakteri, mengingat lokasi jualan berada di tepi jalan raya.
Kisah Ibu Dede Tuarea menjadi satu dari sekian banyak potret perempuan tangguh di Kota Ambon yang tetap berjuang mencari nafkah meski berada dalam kondisi sulit. Berjualan dari pagi hingga sore, bahkan sambil menggendong anak, menunjukkan keteguhan hati dan semangat bertahan hidup demi masa depan keluarga.
Kunjungan Wakil Wali Kota Ambon ini diharapkan tidak berhenti pada simbol empati semata, tetapi menjadi pemicu lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku usaha mikro, agar mereka dapat berkembang secara berkelanjutan dan terlindungi dalam aktivitas ekonominya.(MB-01)

