Ambon.malukubarunews.com — Pembangunan pos pengamanan permanen di kawasan pertigaan Durian Patah, Kota Ambon, menjadi langkah strategis dalam memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah rawan perlintasan tersebut. Pos ini dibangun oleh Pemerintah Kota Ambon dan kini difungsikan sebagai pos induk pengamanan terpadu lintas wilayah hukum kepolisian.
Pos pengamanan Durian Patah berada di titik strategis yang menghubungkan tiga wilayah kepolisian, yakni Polsek Teluk Ambon, Polsek Baguala, dan Polsek Leihitu. Kehadiran pos ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, mempercepat respons terhadap gangguan keamanan, serta memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.
Wakapolresta Pulau Ambon AKBP Nur Rahman dalam wawancara media ini di sela-sela peninjauan Walikota Ambon kesiapan pembangunan rumah di hunut Kamis,15 Januari 2026 menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon atas dukungan nyata dalam pembangunan pos pengamanan tersebut. Ia menegaskan bahwa pos permanen ini sangat membantu tugas kepolisian dalam menjaga kamtibmas secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon yang telah membangun pos pengamanan di pertigaan Durian Patah ini. Pos ini tentunya sangat bermanfaat untuk pengamanan dan menjaga kamtibmas yang ada,” ungkap Wakapolresta Pulau Ambon, AKBP Nur Rahman.
Menurutnya, pengamanan di pos Durian Patah melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan. Pengamanan tersebut tidak hanya berasal dari jajaran Polsek yang wilayahnya bersinggungan langsung, tetapi juga didukung oleh personel Polres serta Brimob Polda Maluku.
“Pengamanan di pos ini terdiri dari anggota Polsek Teluk Ambon, Polsek Baguala, dan Polsek Leihitu karena bersinggungan di tiga titik. Selain itu ada personel dari Polres dan juga dukungan BKO Brimob Polda Maluku,” jelas Wakapolresta Pulau Ambon, Nur Rahman.
Ia merinci, jumlah personel yang dilibatkan dalam pengamanan mencapai 28 orang, terdiri dari 10 personel Brimob serta 18 personel gabungan Polres dan Polsek. Seluruh personel tersebut dibagi ke dalam tiga regu untuk menjamin pengamanan berjalan efektif selama 24 jam.
Lebih lanjut, Nur Rahman menekankan bahwa keberhasilan menjaga kamtibmas tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif masyarakat serta sinergi dengan TNI. Partisipasi publik dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan rasa aman yang berkelanjutan.
“Harapannya pengamanan ini bisa berjalan dengan baik dengan dukungan masyarakat. Kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga dukungan rekan TNI dan masyarakat dalam menjaga keamanan,” harap Wakapolresta Pulau Ambon, Nur Rahman.
Pos pengamanan Durian Patah kini bersifat permanen, menggantikan pos sementara yang sebelumnya hanya menggunakan tenda. Selain penjagaan statis, kepolisian juga mengintensifkan patroli rutin di sekitar kawasan tersebut sebagai langkah preventif.
Dalam pelaksanaannya, patroli yang dilakukan mencakup patroli respons cepat atau patroli VIT (Visual Investigation Team), yang merupakan salah satu program unggulan Kapolda Maluku. Program ini bertujuan mempercepat waktu respons aparat terhadap setiap potensi gangguan keamanan.
“Di pos induk Durian Patah ini, personel selanjutnya melaksanakan patroli di sekeliling lokasi. Patroli VIT ini merupakan program Kapolda untuk kecepatan merespons setiap kejadian,” beber Wakapolresta Pulau Ambon, Nur Rahman.
Dengan diresmikannya pos pengamanan permanen Durian Patah, aparat berharap tercipta situasi kamtibmas yang kondusif, menekan potensi kriminalitas, serta meningkatkan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan dan warga sekitar. (MB-01)

