Ambon.malukubarunews.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengapresiasi kerja kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kota Ambon, dan pihak swasta dalam membantu pembangunan kembali rumah-rumah warga di kawasan Hunut Durian Patah yang terdampak kebakaran dan konflik. Apresiasi tersebut disampaikan saat peninjauan lokasi, Kamis, 15 Januari 2026.
Menurut Walikota, sinergi lintas pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat Hunut. Bantuan yang diberikan tidak hanya meringankan beban pemerintah, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata warga terdampak.
“Sangat membantu kami pemerintah dan masyarakat Desa Hunut, ditambah juga dengan Pemkot serta ada sumbangan yang diberikan oleh teman-teman kita para pengusaha di kota untuk menutupi sisa kebutuhan,” jelas Walikota Ambon, Bodewin Wattimena.
Ia menjelaskan bahwa secara teknis dan rinci terkait besaran anggaran akan disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman. Namun, yang terpenting bagi Pemerintah Kota Ambon adalah semangat kebersamaan dalam menyelesaikan persoalan kemanusiaan.
“Nanti angkanya secara rinci dari Kadis Perkim, tapi prinsipnya Pemkot bersyukur bahwa kerja kolaborasi dan sinergi Pemprov dan Pemkot serta pihak swasta mampu menyelesaikan persoalan,” ujar Bodewin Wattimena.
Wattimena menegaskan bahwa pembangunan rumah bagi warga terdampak bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk penghargaan negara kepada masyarakat yang mengalami dampak konflik. Pemerintah ingin memastikan warga dapat kembali hidup dengan layak dan bermartabat.
“Pembangunan rumah ini adalah bentuk kita menghargai masyarakat yang terkena dampak konflik,”ungkap Walikota Ambon.
Dalam peninjauan tersebut, Walikota juga menyebut kehadiran Gubernur Maluku sebagai bentuk perhatian serius pemerintah provinsi terhadap kondisi warga Hunut. Ia berharap pembangunan yang dilakukan dapat memperkuat rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat kepada negara.
Lebih lanjut, Bodewin Wattimena menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban pasca konflik. Ia berharap pembangunan pos polisi permanen di wilayah tersebut dapat memberikan rasa aman bagi warga.
“Yang kita inginkan adalah situasi ini tetap aman dan damai. Mudah-mudahan pos polisi yang dibangun secara permanen bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat,” lanjutnya
Ia juga menaruh harapan besar pada peran aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, untuk terus bersinergi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
“Pihak aparat keamanan dan TNI diharapkan bisa mengantisipasi berbagai kejadian yang terjadi seketika,” tegas Walikota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon memastikan komitmennya untuk terus hadir bersama masyarakat, tidak hanya dalam tahap pemulihan fisik, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan kedamaian jangka panjang di wilayah Hunut dan sekitarnya.(MB-01)

