Karang Panjang.malukubarunews.com- Perayaan Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan Maluku digelar di kediaman Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun, di Karang Panjang, Kota Ambon, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, serta refleksi kebangsaan yang melibatkan kader, simpatisan, dan masyarakat lintas komunitas.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta Ruth Saiya, dengan dukungan paduan suara Paroki Santo Yacobus Ahuru, vokal grup PDI Perjuangan, serta Vokal Grup Kalfari. Rangkaian ibadah ditutup dengan puisi Natal dan doa syafaat yang dipimpin Pastor Luky Keliulan, menegaskan nuansa kebersamaan lintas unsur gerejawi dan sosial.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Benhur Watubun menekankan makna Natal sebagai kehadiran Tuhan untuk menyelamatkan keluarga dalam konteks yang luas, termasuk keluarga-keluarga yang terdampak ketidakadilan dan bencana alam.
Ia mengajak seluruh keluarga besar partai untuk menjadikan Natal sebagai ruang refleksi moral dan evaluasi perjalanan kehidupan sepanjang tahun sebelumnya.
“Allah hadir untuk menyelamatkan semua keluarga, terutama mereka yang tercerai-berai oleh ketidakadilan dan bencana. Natal ini mengajak kita untuk peka, berbuat baik, dan memperjuangkan kemanusiaan dalam praktik politik sehari-hari,” ungkap Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun.
Benhur juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan harus terbuka bagi semua golongan dan menjadikan suara moral sebagai kompas perjuangan. Menurutnya, politik tidak boleh berhenti pada perebutan kekuasaan, melainkan harus berakar pada kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama.
“Kita bicara politik, tetapi yang utama adalah kemanusiaan. Politik harus memberi ganjaran moral: kepekaan terhadap persoalan di rumah, di tempat kerja, dan di lingkungan sekitar,” jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun.
Perayaan Natal tahun ini juga secara khusus melibatkan komunitas difabel dan panti asuhan. Langkah tersebut disebut sebagai komitmen partai untuk melawan diskriminasi dan memastikan kesetaraan martabat manusia dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Kita mengundang saudara-saudara difabel dan panti asuhan agar tidak ada lagi kesenjangan dan perlakuan yang tidak adil. Kita lahir dengan martabat yang sama dan wajib saling menjunjung tinggi,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku, Benhur Watubun.
Selain aksi sosial, Benhur juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, merujuk pada prediksi cuaca dari BMKG pada periode awal tahun. Ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat solidaritas dan memastikan hak-hak masyarakat rentan tetap diperjuangkan.”ingat Watubun
Perayaan Natal Keluarga Besar PDI Perjuangan Maluku ini menegaskan posisi partai sebagai kekuatan politik yang menempatkan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan aksi nyata di tengah masyarakat sebagai fondasi perjuangan, sekaligus memperkuat ikatan kekeluargaan dalam menghadapi tantangan sosial ke depan
Usai kegiatan , Benhur Watubun didampingi Sekretaris dan Bendahara DPD PDI Perjuangan Maluku membagikan paket sembako kepada masyarakat. Sebanyak 530 paket sembako disiapkan panitia dibagikan secara langsung sebagai simbol penegasan komitmen PDI Perjuangan terhadap inklusivitas dan kepedulian sosial.(MB-01)

