Ambon.malukubarunews.com — Kantor Pos Cabang Utama Ambon mencatat realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Sosial (BLT Kesra) di Maluku mencapai 86 persen dari total sasaran penerima. Data ini disampaikan sebagai bentuk transparansi atas proses distribusi bantuan sosial yang berlangsung sepanjang November hingga Desember.
Kepala Executive General Manager (EGM) Kantor Pos Cabang Utama Ambon, Muhamad Ahwan Pryan Prasasti kepada media ini Selasa ,6 Januari 2025 diruang kerjanya menjelaskan bahwa BLT Kesra tahun ini disalurkan dalam empat tahap dengan total alokasi sebanyak 177.646 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“BLT Kesra kemarin terdiri dari empat tahap dengan total alokasi 177.646 KPM. Realisasi penyaluran mencapai 153.046 KPM atau sekitar 86 persen, sementara gagal bayar tercatat sebanyak 24.597 KPM,” beber Executive General Manager Kantor Pos Cabang Utama Ambon, Muhamad Ahwan Pryan Prasasti.
Ia merinci, tahap pertama dan kedua berlangsung sejak 19 November hingga 19 Desember. Selanjutnya, tahap susulan atau BED03 dilaksanakan mulai 6 Desember sampai 28 Desember, sedangkan susulan keempat hanya berlangsung selama tiga hari, yakni 29 hingga 31 Desember.
Menurut Ahwan, faktor utama penyebab gagal bayar berasal dari ketidaksesuaian data alamat penerima. Sekitar 13.000 KPM tidak dapat ditemui karena alamat yang tercantum tidak ditemukan di lapangan.
“Sebagian besar gagal bayar disebabkan alamat yang tidak ditemukan, jumlahnya sekitar 13.000 KPM. Sisanya karena penerima berada di luar kota, alamat berpindah, hingga adanya penolakan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penolakan umumnya terjadi karena status penerima yang telah berubah. Dalam beberapa kasus, data penerima tercatat sudah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), baik sebelum maupun setelah data bantuan diterbitkan.
Selain persoalan data, kondisi geografis dan cuaca ekstrem pada Desember turut menjadi tantangan serius. Banyak penerima BLT Kesra berada di wilayah kepulauan dan daerah terpencil yang masuk kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Kendala lainnya adalah cuaca ekstrem, terutama karena banyak KPM berada di pulau-pulau. Namun Alhamdulillah, tim rumah bayar kami tetap berhasil menjangkau wilayah kepulauan seperti Pulau Burung dan Maskaru di Seram Bagian Timur,” jelas Ahwan.
Ia menegaskan, meskipun wilayah kerja Kantor Pos Ambon didominasi daerah kepulauan, pihaknya tetap berupaya maksimal agar penyaluran bantuan berjalan sesuai amanah dan tepat sasaran.
“Kondisi wilayah Maluku memang sebagian besar kepulauan dan masuk wilayah 3T, tetapi kami terus mencari solusi agar penyaluran bansos tetap berjalan dengan baik,” tegasnya
Ke depan, Ahwan berharap masyarakat penerima dapat lebih kooperatif dan mematuhi ketentuan administrasi agar proses penyaluran berjalan lancar apabila PT Pos Indonesia kembali dipercaya menyalurkan bantuan sosial.
“Harapan kami, penerima hadir dengan dokumen lengkap seperti KTP yang sesuai undangan. Jika diwakilkan, harus tercantum dalam KK sebagai anak, istri, atau suami, bukan tetangga,” harapnya
Kantor Pos Ambon menegaskan komitmennya untuk menjaga akuntabilitas, transparansi, dan ketepatan sasaran dalam setiap program penyaluran bantuan sosial yang dipercayakan oleh pemerintah kepada PT Pos Indonesia.(MB-01)

