Ambon, Malukubarunews.com — Kepolisian Daerah Maluku menggelar Coffee Morning sekaligus rilis akhir tahun 2025 bersama insan pers, Rabu (31/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Lobby Lantai 1 Polda Maluku pukul 09.30 WIT itu dipimpin langsung Kapolda Maluku dan dihadiri para pejabat utama (PJU) Polda Maluku serta jurnalis dari berbagai media.
Agenda ini menjadi ruang evaluasi terbuka kinerja Polda Maluku sepanjang 2025, sekaligus sarana memperkuat sinergi antara Polri dan media.
Dalam pemaparannya, Kapolda Maluku menekankan pentingnya transparansi data keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sebagai bagian dari transformasi Polri yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Puji syukur kita panjatkan karena sepanjang 2025 situasi Kamtibmas di Maluku secara umum tetap kondusif. Aktivitas masyarakat berjalan lancar, dan ini merupakan hasil kerja sama semua pihak,” kata Kapolda Maluku dalam arahannya.
Kapolda menjelaskan, karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan 92 persen area laut menjadi tantangan tersendiri bagi kepolisian. Dengan keterbatasan jumlah personel dan sebaran wilayah yang luas, Polda Maluku terus melakukan penyesuaian pola pengamanan, termasuk penguatan di wilayah perbatasan dan daerah rawan konflik.
Dari sisi kriminalitas, Kapolda memaparkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 4.454 kasus tindak pidana, menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, kejahatan konvensional seperti penganiayaan masih mendominasi. “Kasus penganiayaan menjadi yang tertinggi, namun secara umum tingkat penyelesaian perkara tetap kami optimalkan,” ujar Kapolda Maluku.
Pada kejahatan transnasional, khususnya narkotika, Polda Maluku mencatat 153 kasus pada 2025 atau menurun sekitar 11 persen dibandingkan 2024. Barang bukti narkoba yang berhasil diamankan justru meningkat, menunjukkan intensitas upaya penegakan hukum yang lebih kuat.
“Walaupun jumlah kasus relatif kecil dibanding daerah lain, kami tidak boleh lengah. Upaya pencegahan dan penindakan akan terus ditingkatkan,” tegas Kapolda Maluku.
Sementara itu, kasus kejahatan siber masih menjadi perhatian dengan laporan terkait pencemaran nama baik, pornografi, dan penipuan daring. Kapolda menegaskan bahwa peningkatan literasi digital masyarakat menjadi kunci menekan angka kejahatan berbasis teknologi.
Dalam aspek konflik sosial, Polda Maluku mencatat penurunan signifikan hingga lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pendekatan berbasis kearifan lokal, keagamaan, dan kemitraan dengan tokoh masyarakat dinilai efektif meredam potensi konflik.
“Pendekatan humanis melalui kunjungan ke rumah ibadah, bakti sosial, dan dialog dengan masyarakat terbukti mampu menekan konflik,” ungkap.Kapolda Maluku.
Kapolda juga menyinggung penanganan bencana alam sepanjang 2025 yang mencapai 29 kejadian, didominasi banjir dan cuaca ekstrem. Polda Maluku, bersama TNI dan pemerintah daerah, terlibat aktif dalam evakuasi, pengamanan, dan penyaluran bantuan.
Di akhir pemaparannya, Kapolda Maluku menekankan peran strategis media dalam menjaga stabilitas daerah. Ia mengajak insan pers untuk terus menyajikan informasi yang akurat dan melawan hoaks demi menciptakan Maluku yang aman dan kondusif.
“Media adalah mitra strategis Polri. Kami berharap sinergi ini terus terjaga agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan berimbang,” tutup Kapolda Maluku.(MB-01)

