Sameth .malukubarunews.com — Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Haruku Sameth menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan kepada sejumlah siswa berprestasi serta anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian gereja terhadap dunia pendidikan dan penguatan sumber daya manusia sejak usia dini.
Penyaluran beasiswa tersebut berlangsung dalam ibadah jemaat yang digelar di Gereja GPM Haruku Sameth, Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan, disaksikan oleh seluruh warga jemaat yang hadir.
Penyerahan beasiswa dipimpin langsung oleh Pendeta Jemaat GPM Haruku Sameth, Pendeta R. M. Maill, didampingi Ibu Pendeta M. Patiasina. Beasiswa diberikan kepada siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang dinilai memiliki prestasi akademik baik serta berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Dalam sambutannya, Pendeta R. M. Maill menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah jemaat, tidak hanya dalam pelayanan rohani, tetapi juga dalam aspek pendidikan dan kesejahteraan sosial.
“Anak-anak merupakan masa depan gereja dan bangsa. Kita perlu memberi ruang dan dorongan agar mereka terus berprestasi serta tidak terhambat oleh keterbatasan,” kata Pendeta Jemaat GPM Haruku Sameth, R. M. Maill.
Ia menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam membangun karakter, iman, dan kualitas hidup generasi muda. Oleh karena itu, gereja merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari solusi atas tantangan pendidikan yang dihadapi oleh keluarga jemaat.
Program beasiswa ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga penerima, sekaligus menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus meningkatkan prestasi belajar dan mengembangkan potensi diri secara maksimal.
“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk kepercayaan gereja kepada anak-anak untuk terus berjuang meraih cita-cita mereka,” ungkap R. M. Maill.
Jemaat GPM Haruku Sameth menyambut baik dan mengapresiasi langkah gereja yang dinilai konsisten dalam memberikan perhatian terhadap pendidikan. Program ini dianggap sebagai wujud nyata pelayanan gereja yang menyentuh langsung kebutuhan jemaat.
Kegiatan penyaluran beasiswa ditutup dengan doa bersama, disertai harapan agar program serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang, sehingga semakin banyak generasi muda yang terbantu dan terdorong untuk membangun masa depan yang lebih baik.(MB-Lao)

