Ambon.malukubarunews.com — Ribuan umat Katolik dari berbagai paroki di Kota Ambon bersama tokoh lintas agama dan perwakilan pemerintah daerah memadati Gereja Katolik Santo Joseph Passo pada Sabtu (22/11/2025) dalam Perayaan Kristus Raja Alam Semesta. Kegiatan ini tidak hanya menutup Tahun Liturgi Gereja, tetapi juga menegaskan komitmen kerukunan antarumat beragama di Ambon.
Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan perarakan Kristus Raja yang disebutnya telah menjadi agenda rohani penting dan berdampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini menunjukkan wajah Ambon sebagai kota yang damai dan terbuka terhadap keberagaman.
“pelaksanaan perarakan ini bukan hanya ritual keagamaan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam membentuk suasana rohani dan sosial di Kota Ambon…,” kata Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette.
Dalam arahannya, Sapulette menyampaikan tiga pesan utama bagi umat Katolik maupun masyarakat luas. Pertama, umat diajak untuk menempatkan Kristus sebagai Raja Damai dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Kedua, umat diminta berperan aktif membawa damai di mana pun berada sebagai tanggung jawab moral demi keamanan kota. Ketiga, momentum perayaan dipandang sebagai bentuk nyata persatuan dan toleransi umat beragama di Ambon dan Maluku.
“.kalau Ambon dan Maluku aman dan damai, maka Indonesia juga pasti aman dan damai.”tegas Sapulette dalam sambutannya.
Perayaan Kristus Raja tahun ini berlangsung penuh khidmat dengan perarakan sakral, doa bersama, dan partisipasi berbagai komunitas gereja. Kehadiran tokoh lintas agama serta keterlibatan komunitas seni dari kalangan Muslim menjadi simbol kuat kehidupan toleransi di Ambon yang terus berkembang.
Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas komunitas yang dinilai sebagai pondasi penting dalam membangun kota yang inklusif. Keterlibatan dari berbagai kelompok agama dan budaya memperlihatkan bahwa Ambon terus memperkuat persaudaraan sosial pascakonflik dan menjadi contoh toleransi di tingkat nasional.
Pihak pemerintah juga berharap kegiatan perayaan semacam ini dapat dijadikan agenda tahunan yang semakin memupuk kerja sama antarumat beragama serta memperluas ruang dialog sosial di Maluku. Selain nilai spiritualnya, kegiatan ini dinilai mampu mempererat hubungan antarwarga dan menjaga stabilitas keamanan kota.
Perayaan Kristus Raja Alam Semesta tahun ini sekaligus menandai masa transisi memasuki Adven sebagai persiapan umat Katolik menyongsong perayaan Natal. Kegiatan ditutup dengan doa syukur dan penguatan pesan damai bagi seluruh masyarakat Ambon.(MB-0*)

