Polisi Tegaskan Penanganan Humanis Hadapi Aksi Anarkis yang Semakin Brutal di Jakarta

oleh -87 Dilihat

Jakarta, MalukuBaruNews.com – Situasi di sejumlah titik strategis di Jakarta memanas jelang malam hari, Kamis (28/8/2025), akibat aksi anarkis dari kelompok tak dikenal. Polda Metro Jaya menyatakan kelompok tersebut tidak lagi menyuarakan aspirasi, tetapi justru melakukan penyerangan secara brutal menggunakan benda-benda berbahaya seperti petasan, kayu, bahkan bom molotov.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengedepankan pendekatan persuasif sebelum akhirnya menertibkan tindakan yang mengarah pada gangguan keamanan dan keselamatan publik.

“Mereka hanya melakukan serangan yang merugikan. Kami sudah mengambil langkah persuasif, mulai dari imbauan hingga penertiban,” jelas Kombes Pol Ade Ary, Jumat (29/8/2025).

Puncak aksi anarkis terjadi pada malam hari ketika para pelaku melemparkan molotov ke arah fasilitas umum, termasuk titik berbahaya seperti dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Aparat segera memadamkan percikan api menggunakan semprotan air untuk menghindari potensi kebakaran dan ledakan.

“Petugas kami masih di lapangan, kekuatan lengkap untuk melakukan patroli mobile, melakukan imbauan, melakukan edukasi kepada masyarakat yang sedang beraktivitas agar saling menghormati hak dan kewajiban satu sama lain,” tambahnya.

Kombes Ade Ary juga menegaskan bahwa situasi diupayakan tetap terkendali. Semua tindakan petugas lapangan dilakukan berdasarkan perintah langsung dari Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dalam apel pengamanan.

“Tindakan represif hanya dilakukan oleh tim Reskrim terhadap massa yang bertindak anarkis,” tegas Ade Ary.

Sesuai instruksi Kapolda, seluruh personel keamanan lainnya dilarang bertindak di luar prosedur, bahkan penggunaan gas air mata pun dibatasi hanya untuk kondisi tertentu dan atas perintah langsung dari pimpinan.

Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa personel gabungan dari TNI-Polri telah dikerahkan ke titik-titik krusial seperti Gedung DPR/MPR RI dan perbatasan transportasi massal seperti stasiun dan terminal guna mengantisipasi penyusupan kelompok pengganggu.

“Jika ditemukan barang terlarang seperti bom molotov atau senjata tajam, agar segera diamankan sesuai prosedur tanpa bertindak sendiri,” ujar Kapolda.

Langkah ini, menurut Asep, dilakukan guna menjaga legitimasi hukum dan mencegah pelanggaran prosedur di tengah situasi yang semakin dinamis. Penanganan aksi juga diarahkan agar tidak memicu eskalasi dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.

Situasi terkini di lapangan telah mulai kondusif berkat kehadiran patroli gabungan serta edukasi langsung kepada warga agar menjauhi lokasi bentrokan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan segera melaporkan jika menemukan tindakan mencurigakan.(MB-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.